Breaking

logo

Monday, January 16, 2017

Sidang Kode Etik (Cerita Usman Hasan)

Sidang Kode Etik (Cerita Usman Hasan)

Di negeri Kelabu terjadi perbincangan hangat terkait pertemuan antara anggota DPR (DiPoRteman) dengan pengusaha . Photonya beredar luas. Nampak jelas dalam photo anggota DPR menemui pengusaha kakap itu. Kemudian ada wartawan mengambil gambar, anggota DPR saling bergandengan tangan dengan si pengusaha yang mengantar sampai di pintu mobil. Sangat lengket bagaikan meterai dan mesra seperti orang pacaran.

Karena ada aduan masyarakat sehingga anggota DPR itu disidang kode etik

Hakim Kode Etik (HKE) : saudara berdasarkan laporan masyarakat pada hari Jumaat pekan silam menemui seorang pengusaha dirumahnya. Berdasarkan aturan yang sudah disepakati bersama, bahwa seorang anggota DPR dilarang menemui pengusaha dirumahnya, apalagi pengusaha itu ada keterkaitan atau ada kepentingan dimana DPR sebagai faktor penentu atau memiliki kewenangan besar.. Bagaimana saudara dapat menjelaskannya. Silahkan Anggota DPR

(AD) : begini pak hakim. Saya kerumah pengusaha itu dalam rangka komunikasi sebab ada regulasi yang hendak disusun dimana pengusaha itu memiliki keterkaian. Ya sekedar minta pendapat.

HKE : apa saudara sudah menemui berbagai eleman masyarakat semisal ormas, alim ulama, tokoh masyarakat, pihak akademisi

AD : belum pernah pak.

HKE : kan mau bikin aturan kenapa pula ndak mengundang yang saya sebutkan tadi, justru hanya bolak balik masuk keluar rumah pengusaha. Saudara ini wakil rakyat. Bukan penjual obat keliling masuk keluar rumah orang. Ingat itu. Martabat saudara sebagai wakil rakyat yang menjadi bagian dari pemerintah turun apabila kerjanya hanya masuk keluar rumah pengusaha. Lain kali kalau mau komunikasi , ya di kantor. Dibuatkan notulen, diformalkan. Supaya anggota lain tahu, jangan nyelonong begitu. Bisik-bisik. Nah, apa jadinya ketika sudah disorot pers. Kan masalah. Menurunkan citra kita yang memang sudah terpuruk.

AD : saya mohon maaf pak hakim. Tentu saya akan perbaiki. Tidak akan melakukan lagi kerja-kerja yang pak hakim sebut penjual obat keliling. Sungguh penyebutan yang menusuk dan itu saya syukuri walaupun menusuk tapi saya anggap sebagai vitamin . Saya tidak akan lakukan lagi kedepan pak hakim.

HKE : karena saudara berlaku sopan dan mengakui kesalahan, maka saya sebagai hakim tunggal Sidang Kode Etik memutuskan :

Saudara dicatat dalam administrasi sebagai pelanggar kode etik dan dihukum teguran . Kalau dilakukan untuk keduakalinya maka saudara akan diusulkan pemberhentian dan diusulkan ke komisi pemilihan agar tidak diterima lagi dalam pencalonan anggota DPR periode berikut . Sekaligus tidak boleh mencalonkan dalam bentuk jabatan apapun dilingkup pemerintahan mulai dari pusat sampai tingkat dusun. Tok..tok… tok. Sidang selesai . ***

Disclaimer: Kiriman pengguna/pembaca disitus ini, sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna. Dakoan.com tidak bertanggung jawab atas segala konsekwensi hukum yang timbul dari kiriman para pengguna tersebut