logo

Tuesday, April 3, 2018

Andi Hamka Palewai - "Puisi Ibu Indonesia Tanda Ummat Islam Bagai Hidangan"

Andi Hamka Palewai - "Puisi Ibu Indonesia Tanda Ummat Islam Bagai Hidangan"

Sukmawati

Puisi 'Ibu Indonesia' jadi citra buruk terhadap Sukmawati Soekarno Putri. Puisi yang dibacakannya pada malam acara pagelaran busana 29th Ane Aventine itu dianggap melecehkan syariat islam.

Bagaimana tidak, dalam bait puisi tersebut putri presiden pertama Republik Indonesia itu menyebutkan bahwa kidung lebih merdu dari alunan azan serta konde lebih cantik dari cadar islam.

Berbagai tanggapan mucul akibat puisi kontroversi itu. Mayoritas menilai Sukmawati menebar SARA. Ia dituding anti islam.

Suara kutukan datang bertubi-tubi dari seluruh penjuru negeri.

Dari Tolitoli sulawesi tengah, Ketua Front Pembela Islam Cabang Tolitoli, Ustad Andi Hamka Palewai dengan lantang mengatakan bahwa Rahmawati telah melampaui batas.

Dalam Video yang diunggah melalui akun Facebooknya, Ustad Hamka mengingatkan ummat islam agar lebih memantapkan akidah karena menurutnya telah tiba zaman dimana ummat islam laksana hidangan di meja makan.

Suatu zaman dimana rasa takut telah dicabut dari dada musuh-musuh islam sehingga mereka berani menyerang islam secara terang terangan.

Berikut Puisi "Ibu Indonesia" karya Sukmawati Soekarnoputri :

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan adzan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya


Disclaimer: Kiriman pengguna/pembaca disitus ini, sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna. Dakoan.com tidak bertanggung jawab atas segala konsekwensi hukum yang timbul dari kiriman para pengguna tersebut