logo

Monday, April 23, 2018

LPG 3 Kg di Tolitoli Ada Yang Tidak Beres

LPG 3 Kg di Tolitoli Ada Yang Tidak Beres


Warga kabupaten Tolitoli pengguna gas LPG 3 Kg kecewa kepada pemerintah daerah sehubungan dengan pendistribusian dan penjualan gas LPG 3 Kg yang tidak sesuai dengan SK Bupati.

Dimana dalam SK tersebut disebutkan bahwa pangkalan hanya bisa menjual dengan harga Rp 23.400, tetapi kenyataan dilapangan didapatkan banyak pangkalan yang menjual dengan harga Rp 25,000.

Parahnya lagi, ada pembelian dalam jumlah besar dilakukan oleh pedagang yang tidak memiliki izin sehingga  stok dipangkalan cepat habis.

"Para pedagang nakal itu kemudian menjual kembali LPG 3 Kg tersebut dengan harga lebih tinggi, antara Rp 30.000–Rp 40.000", kata Ibu Nur warga Kelurahan Baru Kecamatan Baolan Tolitoli.

Ibu Nur menuturkan bahwa persoalan ini semestinya tidak terjadi jika ada kontrol yang baik dari pemerintah. Apalagi LPG 3 Kg adalah subsidi yang diperuntukkan untuk masyarakat lapisan bawah, harusnya pemerintah memberikan pengawasan ketat agar subsidi tersebut tepat sasaran.

Ibu Nur juga meminta agar warga Tolitoli berupaya nenjadi warga negara yang baik, warga negara yang menghargai dan sadar akan hak kewajibannya.

"orang yang sudah mapan tau dirilah, jangan ikut-ikutan latah membeli gas yang bersubsidi, itu dosa loh mengkonsumsi yang bukan haknya" pinta Ibu nur.

Dia juga mengharapkan cukup hanya pangkalan yang mengecer LPG 3 Kg  agar subsidinya terpelihara bukan justru dinikmati oleh pedagang.

"Supaya subsidinya terpelihara cukup hanya pangkalan yang menyalurkan", tutup Ibu Nur.

Disclaimer: Kiriman pengguna/pembaca disitus ini, sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna. Dakoan.com tidak bertanggung jawab atas segala konsekwensi hukum yang timbul dari kiriman para pengguna tersebut