Breaking

logo

Monday, July 23, 2018

KUA Palasa, KIA Palasa, Forum Muallaf Jabal Khair Palasa Dalam Satu Kegiatan Dakwah

KUA Palasa, KIA Palasa, Forum Muallaf Jabal Khair Palasa Dalam Satu Kegiatan Dakwah

Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Palasa, Wanita Islam Alkhairat (KIA) Kecamatan Palasa dan Forum Muallaf Jabar Khair Kecamatan Palasa bekerja sama menggelar kegiatan dakwah pada Selasa (21/07/2018)

Kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan Bumi Angin Desa Ogoansam Kecamatan Palasa Kabupten Parigi Moutong itu merangkaikan tiga acara sekaligus. Duroh, kajian islam dan silaturhmi para muallaf.

Hadir di kegiatan itu, dua rombongan pendakwah. Rombongan Da'i kondang asal jakarta, Ustadz H. Insan LS Mokoginta dan rombongan Wanita Islam Alkhairat Pusat, Kota Palu.

Pada kesempatan itu Ustadz H. Insan LS Mokoginta memberikan semangat kepada para muallaf untuk terus memegang teguh akidah islam.

Penda'wah sekaligus pakar kristologi peraih muallaf award itu menegaskan bahwa dirinya siap mengajarkan cara cepat menyebarkan islam.

 "Saya siap mengajarkannya saat ini bahkan sampai dilain saat jika saya masih diundang untuk yang kedua kalinya", tegas Beliau.

Dikesempatan yang sama kepala KUA Kecamatan Palasa Mohammad Radjab S.Ag, menceritakan pengalamannya mengislamkan 358 orang non muslim yang berada di tujuh kecamatan sekabupaten Parigi Moutong.

Tujuh kecamatan tersebut ungkapnya yakni Kecamatan Mepanga, Kecamatan Tomini, Kecamatan Palasa, Kecamatan Tinombo, Kecamatan Tinombo selatan, Kecamatan Kasimbar dan Kecamatan Toribulu.

Dalam pidatonya, Mohammad Radjab juga menyinggung gerakan 212. "Kalau ada alumni 212 maka sesuai dengan tanggal dan bulannya hari ini kita membentuk pertemuan 217 yakni pertemuan besar para muallaf" ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum WIA Pusat, Kota Palu, Hj. Syarifah Sa'diah Aldjufri, kepada peserta kegiatan meminta diberikan sepuluh siswa muallaf yang kurang mampu untuk dikuliahkannya di Universitas Alkhairat (UNISA) Palu.

"Agar bisa menjadi muallaf yang berprestasi dibidang da'wah", tuturnya.

Diakhir kegiatan dilaksanakan prosesi pengislaman kepada non muslim yang menyatakan keislamannya saat itu, mulai dari dimandikan, mengucapkan dua kalimat syahadat hingga sunatan masal.**

Marohan

Disclaimer: Kiriman pengguna/pembaca disitus ini, sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna. Dakoan.com tidak bertanggung jawab atas segala konsekwensi hukum yang timbul dari kiriman para pengguna tersebut