Breaking

logo

Sunday, July 1, 2018

Kasihan Nasib Petani Ginunggung, Sudah Tidak Bisa Tanam Padi, Tanam Semangka Malah Rugi

Kasihan Nasib Petani Ginunggung, Sudah Tidak Bisa Tanam Padi, Tanam Semangka Malah Rugi

Semangka Petani Ginunggung
Dahlawin (39) hanya bisa pasrah menyaksikan daun semangka miliknya setiap hari mengunig helai demi helai, belum lagi banyak buah membusuk sebelum waktu panen tiba, semakin menambah gundah hati petani di Desa Ginunggung Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli itu.

Memang, lelaki yang akarab disapa Uwin itu tak terbiasa menanam semangka. Ia sebanarnya petani sawah yang sehari-harinya mengurusi padi. Namun, sejak irigasi yang mengairi persawahan di desanya tak lagi berfungsi ia terpaksa beralih ke semangka.

"Jebol lagi Bendungan Tinigi", tutur Uwin.

Uwin berkisah Bendungan Tinigi yang jadi jatung perswahan di Desanya sudah beberapa kali jebol, namun Ia lupa kapan persisnya musibah itu terjadi. Seingatnya sudah berkali-kali sejak ada aktifitas perusahaan tambang galian C beroprasi sana.

Berbeda kisah dengan Ayub (60). Ia merelakan sawahnya ditumbuhi rumput liar. Bukan karena malas, Ayub tak mau ambil resiko bertani tanaman yang tidak dikuasainya. Maklum sedari kecil ia hanya terbiasa dengan padi sawah.

"Biar jo ba kabo, dari pada ba tanam semangka cuma cape yang didapat", cetus Ayub.

Yayat

Disclaimer: Kiriman pengguna/pembaca disitus ini, sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna. Dakoan.com tidak bertanggung jawab atas segala konsekwensi hukum yang timbul dari kiriman para pengguna tersebut