Breaking

logo

Wednesday, July 18, 2018

Diduga Ilegal dan Resahkan Warga, Tambang Galian C di Desa Malulu Dilaporkan ke Polres Tolitoli

Diduga Ilegal dan Resahkan Warga, Tambang Galian C di Desa Malulu Dilaporkan ke Polres Tolitoli

Warga Malulu datangi Polres Tolitoli
Sejumlah warga Desa Malulu Kecamatan Dondo didampingi Anggota Badan Pekerja Lembaga Bantuan Hukum Progresif (LBHP) Tolitoli  mendatangi Polres Tolitoli untuk melaporkan adanya dugaan tambang galian C ilegal di desa mereka.

Tambang yang melakukan aktivitasnya di bantaran Sungai Malulu itu sudah sangat meresahkan, pasalnya setelah beberapa bulan beraktivitas, pasokan air bersih kerumah-rumah warga berhenti mengalir selama dua minggu.

"Kejadiannya sekitar tanggal 23 juni sampai 6 Juli kemarin"  ujar Kepala Bidang Advokasi LBHP Tolitoli, Mahwan, S.H.,  Rabu (18/7/2018)

Selain itu kata Mahwan, irigasi yang mengairi areal persawahan warga juga mulai tertimbun pasir akibatnya di beberapa tempat kegiatan persawahan terhenti karena pasokan air sudah tidak memadai.

"Aktifitas tambang ini sangat sangat mengancam areal persawahan, dikhawatirkan jika tambang ini terus berlanjut maka sawah-sawah di Malulu tidak akan produktif lagi", ungkapnya,

Lebih lanjut Mahwan menjelaskan bahwa Berdasarkan dokumen daftar izin usaha yang diterbitan Dinas ESDM Provinsi sulawesi tengah tidak ditemukan satupun Izin Usaha Pertambangan di Desa Malulu. Sehingga katanya sangat kuat dugaan aktivitas tambang galian di Malulu tersebut adalah ilegal.

Aktivitas tambang Malulu

Hal senada juga disampaikan Wandi, Ketua Badan Pekerja LBHP Tolitoli. Menurutnya tidak ada alasan aktivitas tambang tersebut terus berlanjut karena selain dapat menimbulkan dampak lingkungan yang parah, sumber mata pencaharian utama warga Malulu dan beberapa desa disekitarnya juga akan lumpuh.

"Masyarakat disana banyak yang menggantungkan hidup dari sawah, kalau irigasinya sudah tidak berfungsi, ini kan Bahaya", sebut Wandi

LBHP Tolitoli tegas Wandi akan melakukan segala upaya hukum maupun politis untuk membantu masyarakat menghentikan aktifitas tambang ini.

Selain melakukan pelaporan ke kepolisian, LBHP Tolitoli menurutnya juga sudah menyiapkan langkah strategis lain.

"Kami tidak akan pernah berhenti jika itu menyangkut kepentingan hidup rakyat", tegasnya. 

Disclaimer: Kiriman pengguna/pembaca disitus ini, sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna. Dakoan.com tidak bertanggung jawab atas segala konsekwensi hukum yang timbul dari kiriman para pengguna tersebut